<<
Berita  

Turunkan Angka Stunting, Dinas BKKBN Buton Giat Program Dashat di Desa, Camat Wolowa Beri Apresiasi

MonitorSultra.Com, BUTON – Pemerintah daerah melalui Dinas BKKBN Daerah Kabupaten Buton menggelar program operasional Dapur sehat atasi stunting (Dashat) di Desa-desa di tujuh Kecamatan wilayah Kabupaten Buton.

Program Dashat kali ini bertempat di Kantor Desa Kaumbu, Kecamatan Wolowa, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Rabu (15/3/2023).

Hadir pula, Kepala Desa Kaumbu La Garisi, Koordinator PKB Kecamatan Wolowa, Wa Ode Mualiani, Babinsa, Camat Wolowa La Sura dan Ibu-ibu PKK Desa Wolowa.

Kepala Dinas BKKBN Daerah Kabupaten Buton, Asruddin mengatakan, kegiatan Dashat ke Desa-desa merupakan program dari Kementerian BKKBN RI dengan tujuan untuk percepatan penurunan angka stunting diwilayah desa/kelurahan diseluruh wilayah Indonesia.

“Jadi ini kegiatan Dashat Dapur sehat atasi stunting ini adalah program dari BKKBN pusat yang dilaksanakan di seluruh Indonesia salah satu tujuan ini untuk percepatan penurunan angka stunting di wilayah desa/kelurahan di seluruh Indonesia dan khususnya kita di Kabupaten Buton ini,” kata Asruddin.

“Fokus dari Dashat ini adalah kampung KB dan wilayah kampung KB di Kabupaten Buton ini ada 22, dan setiap kampung KB itu melaksanakan kegiatan Dashat ini adalah 10 kali setiap desa,” sambungnya.

Asruddin menyebutkan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Buton per Februari 2023 jumlah anak yang terindikasi stunting sebanyak 1751 orang. Terdiri dari 1500 ketegori keluarga kurang mampu dan 211 keluarga mampu.

“Sesuai pengukuran yang dilaksanakan oleh petugas Posyandu Dinas Kesehatan Kabupaten Buton yang menggunakan aplikasi IPTG BM itu, untuk anak stunting per Februari 2023 sejumlah 1751 dan yang tergolong dari keluarga kurang mampu itu 1500 sekian, kemudian dari keluarga yang mampu itu 211 kemudian ada sebagian yang orang tua anak dari stunting itu ada penolakan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Paripurna Raperda Hari Jadi Kabupaten Buton di Setujui Semua Fraksi, Calon Sekda Buton Ini Malah Bilang  Begini

Asruddin berharap, semoga dengan adanya kegiatan Dashat tersebut perlahan-lahan angka stunting di Kabupaten Buton bisa menurun pada pengukuran Agustus 2023 ini.

“Artinya kita maksimalkan semua kegiatan yang ada di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana utamanya dari dana DAK non fisik, salah satu wujud kegiatannya itu Dapur sehat atasi stunting,” bebernya.

Kemudian, masih kata Asruddin, penjabat Bupati Buton Drs. Basiran, M.Si juga menginstruksikan tentang bergerak bersama Buton Sehat Bebas Stunting.

“Jadi itu akan kita SK kan orang tua anak stunting di Kabupaten Buton yang terdiri dari semua Kepala TK Negeri, Kepala SD Negeri, Kepala SMP Negeri, Kepala Cabang Dinas, Kepala OPD, Muspida, Camat, Lurah, Kepala Desa semua itu akan terlibat berpartisipasin sebagai orang tua anak stunting,” sebutnya.

“Dan mudah-mudahan dengan kegiatan-kegiatan itu angka stunting kita di 2023 nanti rilisnya akan disampaikan Desember 2023 mudahan-mudahan bisa kurang, karena posis hari ini kita masih posisi ke 9 dari 17 Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Camat Wolowa, La Sura mengapresiasi program BKKBN Kabupaten Buton dalam rangka kegiatan percepatan menurunkan angka stunting di wilayah Kabupaten Buton. Menurutnya langkah yang dilakukan oleh Pemda Buton itu sangat bagus, karena persoalan stunting itu adalah tanggung jawab kita bersama.

“Kami selaku Pemerintah Kecamatan sangat mengapresiasi apa yang telah di program dinas Pengendalian Penduduk dan KB ini hari ini program operasional ini sudah dilakukan di Kecamatan Wolowa khususnya di Desa Kaumbu, dan sebentar di Desa Suka Maju,” ucapnya.

Pihaknya, selaku Pemerintah Kecamatan Wolowa berusah dengan optimis untuk menurunkan angka stunting. Untuk itu La Sura mengajak seluruh masyarakat yang dipimpinnya agar bergerak bersama menurunkan angka stunting tersebut.

BACA JUGA :  Dua Belas Dokter Interenship Kemenkes Bertugas di Buton, Syafaruddin: Saya Bergembira dan Menyambut Baik

“Harapan kita semua agar bagaimana stunting ini kita cegah kalaupun misalnya sekarang ada yang terindikasi dengan kegiatan itu kemudian dengan setiap saat kita sosialisasikan masyarakat Insya Allah kita tetap optimis bahwa kita tetap berusaha untuk menurunkan angka stunting,” harapnya.

(Rasmin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

>>>