Daerah  

Target Dosis Dua Pemda Buton Belum Tercapai, Kadinkes Surati Para Kapus

MonitorSultra.Com, BUTON – Pemerintahan Daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, menyurati para Kepala Puskesmas diwilayah Kabupaten Buton, untuk membuka kembali pelayanan vaksinasi Covid-19.

Hal itu dilakukan karena, capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Buton belum memenuhi target nasional.

“Saya sudah sampaikan kepada seluruh Puskesmas dan sudah bersurat agar mereka menyusun kembali layanan vaksinasi Covid ke sekolah-sekolah maupun masyarakat umum,” kata Kadinkes Buton, Syafaruddin, Kamis, (2/6/2022).

Ia menyebutkan, capaian vaksinasi Covid-19 pada dosis 2 untuk Buton baru menyentuh angka 58,59 persen, sementara dosis 1 targetnya sudah terpenuhi yaitu 77 persen.

“Yang belum kita capai dosis 2, baru mencapai 58,59 persen masih kurang 12 persen lagi untuk mencapai target nasional,” ujarnya.

”Kalau dosis 1 kita sudah tercapai, hari ini kita 77 persen,” imbuhnya.

Untuk mencapai target itu, Syafaruddin mengharuskan para Nakes seluruh Puskesmas diwilayah Buton, agar terus meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi Covid-19.

“Artinya pelayanan kita tetap mengedepankan langkah persuasif dan humanis kepada masyarakat,” imbaunya.

Mengenai stok vaksin, kata Syafaruddin, di Gudang Farmasi, dirasa cukup untuk melayani masyarakat Kabupaten Buton.

“Untuk ketersediaan vaksin kita cukup tersedia di gudang farmasi Kabupaten Buton tinggal Puskesmas mengajukan permintaan sesuai dengan sasaran vaksinasi,” bebernya.

Untuk itu, pihaknya menargetkan diakhir Juni 2022 ini, vaksinasi Covid-19 dosis dua sudah mencapai target nasional.

“Kita upayakan 30 Juni mendatang kita sudah capai,” kata Syafaruddin.

Selain itu, Ia juga menyampaikan, dalam pelaksanaan kegiatan dilapangan tentunya pihak Dinkes selalu menjalin kerjasama dengan pemangku kepentingan termasuk para tokoh yang ada diwilayah Kabupaten Buton.

“Dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan kita Dinkes tetap menjalin kerjasama dengan stakeholder seperti TNI-Polri Pemerintah desa dan kelurahan, Kepala sekolah, tokoh agama maupun tokoh masyarakat,” tandasnya.

BACA JUGA :  Diduga Akibat Drainase Macet, Pasar Sabho di Buton Banjir

Editor: Rasmin Tara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.